Senin, 25 April 2016

makalah geografi : peta arus air laut




Geografi :
peta arus air laut





Disusun oleh :
Kelompok v
1.   Ajeng nurul na’ima (06)
2.   Amelia putri (09)
3.   Armyinka selvidevi (11)
4.   Nova insan mulyono (30)
5.   Wulan alfiyani (40)

X Mia 5
SMA NEGERI 1 TAYU
2015/2016



Kata pengantar
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata'ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul geografi : peta arus laut.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


Tayu, april 2016




Daftar isi
Halaman Sampul..................................................................................................................
Halaman Judul..................................................................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................................................... ii
Daftar isi............................................................................................................................. iii
Bab 1 (Pendahuluan)........................................................................................................... 1
A.    Latar Belakang................................................................................................ 1
B.    Rumusan Masalah........................................................................................... 1
C.    Tujuan Penulisan............................................................................................. 1
Bab 2 (Pembahasan)........................................................................................................... 2
A.    Definisi arua air laut........................................................................................2
B.    Penyebab terjadinya arus air laut....................................................................2
C.    Klasifikasi arus air laut....................................................................................3
D.    Manfaat dan pengaruh arus air laut.................................................................5
Bab 3 (Penutup)...................................................................................................................7
A.    Kesimpulan.....................................................................................................7
B.    Saran...............................................................................................................7
Daftar pustaka....................................................................................................................8








 Bab I
Pendahuluan
A.   Latar belakang
Arus air laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horisontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang. Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.

Arus laut adalah gerakan massa air laut yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Arus di permukaan laut terutama disebabkan oleh tiupan angin, sedang arus di kedalaman laut disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut. Selain itu, arus di permukan laut dapat juga disebabkan oleh gerakan pasang surut air laut atau gelombang. Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan pesisir (coastal currents).
Arus merupakan gerakan air yang sangat luas yang terjadi pada seluruh lautan di dunia. Arus-arus ini mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan arah pelayaran bagi kapal-kapal. Peta arus dibuat oleh para pelaut berabad-abad yang lalu.
B.   Rumusan masalah
1.     Apakah definisi dari arus air laut ?
2.     Apakah penyebab terjadinya arus air laut ?
3.     Apa saja klasifikasi arus air laut ?
4.     Apakah manfaat dan pengaruh arus air laut ?
C.   Tujuan penulisan
1.     Untuk mengetahui definisi dari arus air laut
2.     Untuk mengetahui penyebab terjadinya arus air laut
3.     Untuk mengetahui klasifikasi arus air laut
4.     Untuk mengetahui menfaat dan pengaruh arus air laut.


Bab II
Pembahasan
A.   Definisi arus air laut
          Arus adalah proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Gerakan tersebut merupakan resultan dari beberapa gaya yang bekerja dan beberapa factor yang mempengaruhinya. Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).
          arus laut adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan di dunia. Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tipuan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang.

Bumi kita dikelilingi oleh dua lautan yang sangat luas: lautan udara dan lautan air. Keduanya berada dalam keadaan bergerak yang tetap, dibangkitkan oleh energi dari matahari dan gaya gravitasi bumi. Gerakan-gerakan mereka saling berhubungan: angin memberikan energinya ke permukaan laut sehingga menghasilkan arus laut, dan arus laut membawa energi panas dari satu lokasi ke lokasi lainnya, mengubah pola temperatur permukaan bumi dan juga mengubah sifat-sifat fisis udara di atasnya.
Arus laut adalah gerakan massa air yang dipengaruhi oleh angin atau perbedaan densitas air laut yang bergerak dari suatu tempat ke tempat lainya.
Arus di permukaan laut disebabkan oleh pergerakan angin yang cukup kuat sedangkan arus di kedalaman laut di sebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut.

Arus laut dapat terjadi di samudera luas yang bergerak melintasi samudera (ocean currents), maupun terjadi di perairan pesisir (coastal currents).

B.   Penyebab terjadinya arus air laut

Penyebab terjadinya arus air laut adalah sebagai berikut :
  1. Bentuk topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia dibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
  2. Gaya coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis memengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
  3. Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.
C.   Klasifikasi arus air laut
1.    Berdasarkan Proses Terjadinya:
        Arus ekman                   : Arus yang dipengaruhi oleh angin.
        Arus termohaline                      :Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitas.
        Arus pasut             : Arus yang dipengaruhi oleh pasut.
        Arus Geostropik    : Arus yang dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya corolis.
        Arus Wind driven current : Arus yang dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan.

2.    Berdasarkan Kedalamannya:
        Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin.
        Arus dalam                     : Terjadi jauh di dasar kolom peraran, arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan membawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator.
3.    Di samudera pasifik
a.      Di sebelah utara khatulistiwa

(a)
Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke arah barat sejajar dengan garis khatulistiwa dan ditimbulkan serta didorong oleh angin pasat timur laut.
(b)
Arus Kuroshio, merupakan lanjutan arus khatulistiwa utara karena setelah sampai di dekat Kepulauan Filipina, arahnya menuju ke utara. Arus ini merupakan arus panas yang mengalir dari utara Kepulauan Filipina, menyusur sebelah timur Kepulauan Jepang dan terus ke pesisir Amerika Utara (terutama Kanada). Arus ini didorong oleh angin barat.
(c)
Arus Kalifornia, mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju ke khatulistiwa. Arus ini merupakan lanjutan arus kuroshio, termasuk arus menyimpang (pengaruh daratan) dan arus dingin.
(d)
Arus Oyashio, merupakan arus dingin yang didorong oleh angin timur dan mengalir dari selat Bering menuju ke selatan dan berakhir di sebelah timur Kepulauan Jepang karena ditempat ini arus tersebut bertemu dengan arus Kuroshio (terhambat oleh kuroshio). Di tempat pertemuaan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya, sebab plankton-plankton yang terbawa oleh arus Oyashio berhenti pada daerah pertemuaan arus panas Kuroshio yang hangat dan tumbuh subur.

b.     Di sebelah selatan khatulistiwa
(a)
Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan atau didorong oleh angin pasat tenggara.
(b)
Arus Humboldt atau Arus Peru, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir di sepanjang barat Amerika Selatan menyusur ke arah utara. Arus ini merupakan arus menyimpang serta didorong oleh angin pasat tenggara dan termasuk arus dingin.
(c)
Arus Australia Timur, merupakan lanjutan arus khatulistiwa selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan (sebelah timur Great Barrier Reef).
(d)
Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia timur yang mengalir menuju ke timur (pada lintang 30 ° - 40 °LS) dan sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat. 

4.    di damudera atlantik
a.      di sebelah utara khatulistiwa

1)     Arus Khatulistiwa Utara, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa. Arus ini ditimbulkan dan didorong angin pasat timur laut.
2)     Arus Teluk Gulfstream, merupakan arus menyimpang yang segera diperkuat oleh dorongan angin besar dan merupakan arus panas. Arus khatulistiwa utara (ditambah dengan sebagian arus khatulistiwa selatan) semula masuk ke Laut Karibia terus ke Teluk Mexiko dan keluar dari teluk ini melalui Selat Florida(sebagai Arus Florida). Arus Florida yang segera bercampur dengan Arus Antillen merupakan arus besar yang mengalir di sepanjang pantai timur Amerika Serikat ke arah Timur. Arus inilah yang disebut arus teluk sebab sebagian dari arus ini keluar dari teluk Meksiko.
3)     Arus Tanah Hijau Timur atau Arus Greenland Timur, merupakan arus dingin yang mengalir dari laut Kutub Utara ke selatan menyusur pantai timur Tanah Hijau. Arus ini didorong oleh angin timur (yang berasal dari daerah kutub).
4)     Arus Labrador, berasal dari laut Kutub Utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus ini didorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin, yang pada umumnya membawa “gunung es” yang ikut dihanyutkan.
5)     Arus Canari, merupakan arus menyimpang dan termasuk arus dingin. Arus ini merupakan lanjutan sebagian arus teluk yang mengubah arahnya setelah pengaruh daratan Spanyol dan mengalir ke arah selatan menyusur pantai barat Afrika Utara.

b.     Di sebelah selatan khatulistiwa

1)     Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat, sejajar dengan garis khatulistiwa. Sebagian dari arus ini masuk ke utara (yang bersama-sama dengan arus Khatulistiwa Utara ke Laut Karibia) sedangkan yang sebagian lagi membelok ke selatan. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
2)     Arus Brazilia, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat yang mengalir ke arah selatan menyusuri pantai timur Amerika Selatan (khususnya Brazilia). Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus panas.
3)     Arus Benguela, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan. Arus ini merupakan arus dingin, yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan.
4)     Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian Arus Brazilia yang mengalir ke arah timur (pada lintang 30o - 40oLS) sejajar dengan garis ekuator. Arus ini didorong oleh angin barat dan merupakan arus dingin.

5.    Di samudera hindia
a.      Di sebelah utara khatulistiwa
Arus laut samudera ini keadaannya berbeda dengan samudera lain, sebab arah gerakan arus tak tetap dalam setahun melainkan berganti arah dalam ½ tahun, sesuai dengan gerakan angin musim yang menimbulkannya. Arus-arus tersebut adalah sebagai berikut.
1)     Arus Musim Barat Daya, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapa hambatan dari gerakan angin pasat timur laut.
2)     Arus Musim Timur Laut, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri Teluk Benguela dan Laut Arab. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim timur laut. Arus yang terjadi bergerak agak kuat sebab di dorong oleh dua angin yang saling memperkuat, yaitu angin pasat timur laut dan angin musim timur laut.
b.     Di sebelah selatan khatulistiwa
1)     Arus Khatulistiwa Selatan, merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa yang nantinya pecah menjadi dua (Arus Maskarena dan Arus Agulhas setelah sampai di timur Madagaskar). Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin pasat tenggara.
2)     Arus Maskarena dan Arus Agulhas, merupakan arus menyimpang dan merupakan arus panas. Arus ini juga merupakan lanjutan dari pecahan Arus Khatulistiwa Selatan. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan, menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Arus Agulhas juga mengalir menuju ke selatan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat.
3)     Arus Angin Barat, merupakan lanjutan dari sebagian arus angin barat, yang mengalir ke arah utara menyusur pantai barat Benua Australia. Arus ini termasuk arus menyimpang dan merupakan arus dingin yang akhirnya kembali menjadi Arus Khatulistiwa Selatan. Gambar 8 memberikan ilustrasi gerakan arus-arus laut di samudera-samudera.
D.   Manfaat dan pengaruh arus air laut
a. Terhadap Iklim

        Arus Kurosyiwo menyebabkan suhu Jepang Selatan dan Pantai Barat Kanada pada musim dingin suhunya sejuk.
        Arus Labrador yang dingin menyebabkan suhu Jazirah Labrador menjadi rendah.
        Arus Teluk yang panas menyebabkan musim dingin di Eropa Barat suhunya sejuk dan pelabuhan tidak pernah beku.
        Arus Oyasyiwo yang dingin menyebabkan suhu di Hokaido rendah.

b. Terhadap Pelayaran
        Arus muson di Lautan Hindia dahulu banyak dipakai oleh orang Arab untuk berlayar ke India dan Malaka.
        Arus musim di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan dahulu banyak dipakai oleh orang Bugis dan Makasar untuk berlayar dari Ujungpandang ke Singapura.
c. Terhadap Penyebaran Gunung Es
Gunung-gunung es di lautan bebas dibawa oleh arus-arus dingin di lautan Atlantik belahan bumi utara karena adanya arus dingin.

d. Arus Konveksi/Vertikal
Arus vertikal menyebabkan permukaan air laut banyak lumpur, ini menjadi makanan plankton sehingga mengakibatkan banyak ikannya.
Contoh: Laut Jawa, Selat Malaka, dan Laut Utara.

e. Terhadap Perikanan
Pertemuan arus panas dan arus dingin yang banyak planktonnya menyebabkan tempat itu banyak ikannya.Contoh: Pertemuan arus teluk yang panas dan arus Labrador yang dingin di dekat New Foundland, pertemuan arus panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo di sebelah timur Jepang.




Bab III
Penutup
A.   Kesimpulan
1.     Arus merupakan gerakan air yang sangat luas yang terjadi pada seluruh lautan di dunia. Arus-arus ini mempunyai arti yang sangat penting dalam menentukan arah pelayaran bagi kapal-kapal. Peta arus dibuat oleh para pelaut berabad-abad yang lalu.
2.     Arus adalah proses pergerakan massa air menuju kesetimbangan yang menyebabkan perpindahan horizontal dan vertikal massa air. Gerakan tersebut merupakan resultan dari beberapa gaya yang bekerja dan beberapa factor yang mempengaruhinya. Arus laut (sea current) adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping).
3.     Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya coriollis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.
4.     Arus air laut diklasifikan ke dalam berbagai macam bentuk.
5.     Manfaat dan pengaruh arus air laut sangat menguntungkan juga memengaruhi kehidupan manusia.
B.   Saran
Sebagai generasi penerus bangsa kita harus memanfaatkan dengan sebaik-baiknya arus air laut yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia di bumi.
















DAFTAR PUSTAKA
Brown, J, A. Colling, D. Park, J. Philips, D. Rothery, dan J. Wright. 1989. Ocean Circulation. The Open University. Published In Assosiation with Pergamon Press.
Global Change Issues: Highlights of Recent and Ongoing Research dinduh dari http://www.gcrio.org/ [6 November 2009].
http://retnoosuci.blogspot.co.id/2013/03/peta-arus-dunia.html
Hutabarat, S dan SM. Evans. 1985. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia-Press. Jakarta
Nat,D. Eka,D. 2006. “Survei Hidrografi”.Refika Aditama Shykind,E. Jakarta.
Pond, S dan G.L Pickard. 1983. Introductory Dynamical Oceanography, 2th edition.PergamonPress
.
Rudiastuti, Aninda Wisaksanti. 2008. Studi Sebaran Klorofil-A Dan Suhu Permukaan Laut (SPL) Serta Hubunganya Dengan Distribusi Kapal Penangkap Ikan Melalui Teknologi Vessel Monitoring System (VMS). Skripsi. Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor


status dan tipologi gunung berapi

status gunung berapi



1. AKTIF NORMAL (Tingkat I)


Kegiatan gunung api dalam keadaan normal dan tidak memperlihatkan adanya peningkatan kegiatan berdasarkan hasil pengamatan secara visual, maupun hasil penelitian secara instrumental.
ciri-ciri :
* Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
* Level aktivitas dasar
Tindakan:
* Pengamatan rutin
* Survei dan penyelidikan

2. WASPADA (Tingkat II)


Terjadi peningkatan kegiatan berupa kelainan yang teramati secara visual dan atau secara instrumental.
ciri-ciri :
* Ada aktivitas apa pun bentuknya
* Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
* Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
* Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
Tindakan:
* Penyuluhan/sosialisasi
* Penilaian bahaya
* Pengecekan sarana
* Pelaksanaan piket terbatas

3. SIAGA (Tingkat III)


Peningkatan kegiatan semakin nyata, yang teramati secara visual dan atau secara instrumental serta berdasarkan analisis perubahan kegiatan tersebut cenderung diikuti letusan/erupsi.
Untuk kawasan Gunung Bromo pada status tingkat III masih diperbolehkan untuk kegiatan wisata tetapi diharapkan para wisatawan bersikap siaga untuk terjadinya peningkatan status maupun erupsi.
ciri-ciri :
* Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
* Peningkatan intensif kegiatan seismik
* Semua data menunjukkan aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
* Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
Tindakan:
* Sosialisasi di wilayah terancam
* Penyiapan sarana darurat
* Koordinasi harian
* Piket penuh

4. AWAS (Tingkat IV)


Peningkatan kegiatan gunungapi mendekati/menjelang letusan utama yang diawali oleh letusan abu/asap. Berdasarkan analisis data pengamatan, segera akan diikuti letusan utama, untuk kawasan Gunung Bromo pada status tingkat IV diartikan dengan tidak boleh adnya aktivitas disekitar daerah tipologi A dalam hal ini Gunung Bromo ditutup total untuk kegiatan wisata. Begitu juga dengan Gunung Lamongan pada tingkat IV Gunung Lamongan tertutup untuk kegiatan pendakian.
ciri-ciri :
* Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
* Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
* Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
Tindakan:
* Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
* Koordinasi dilakukan secara harian
* Piket penuh

tipologi gunung api

Hasil gambar untuk tipologi gunung api

Berdasarkan informasi geologi dan tingkat risiko letusan gunung berapi, tipologi kawasan rawan letusan gunung berapi dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) tipe sebagai berikut:
a. Tipe A
1) Kawasan yang berpotensi terlanda banjir lahar dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. Selama letusan membesar, kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu lebat dan lontaran batu pijar.
2) Kawasan yang memiliki tingkat risiko rendah (berjarak cukup jauh dari sumber letusan, melanda kawasan sepanjang aliran sungai yang dilaluinya, pada saat terjadi bencana letusan, masih memungkinkan manusia untuk menyelamatkan diri, sehingga risiko terlanda bencana masih dapat dihindari).
b. Tipe B
1) Kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lahar dan lava, lontaran atau guguran batu pijar, hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran panas dan gas beracun.
2) Kawasan yang memiliki tingkat risiko sedang (berjarak cukup dekat dengan sumber letusan, risiko manusia untuk menyelamatkan diri pada saat letusan cukup sulit, kemungkinan untuk terlanda bencana sangat besar)
c. Tipe C
1) Kawasan yang sering terlanda awan panas, aliran lahar dan lava, lontaran atau guguran batu (pijar), hujan abu lebat, hujan lumpur (panas), aliran panas dan gas beracun. Hanya diperuntukkan bagi kawasan rawan letusan gunung berapi yang sangat giat atau sering meletus.
2) Kawasan yang memilki risiko tinggi (sangat dekat dengan sumber letusan. Pada saat terjadi aktivitas magmatis, kawasan ini akan dengan cepat terlanda bencana, makhluk hidup yang ada disekitarnya tidak mungkin untuk menyelamatkan diri).

Kamis, 14 April 2016

contoh drama " mengonversi teks negoisasi dalam bentuk drama"

NEGOSIASI WARISAN YANG DITINGGALKAN PAK JARWO
40 hari sudah meninggalnya Almarhum Bapak Jarwo. Siang itu, suasana berkabung telah hilang, digantikan dengan perselisihan antara anak sulung dan anak bungsu Pak Jarwo. Baik anak sulung maupun anak bungsu, mereka tidak ada yang mau mengalah, masing-masing berdebat mempertahankan kemauan mereka. Sepeninggalan pak Jarwo, beliau meninggalkan warisan berupa tanah 25 hektar, yang terletak di jalan garuda RT 12 RW 5 di Cileunyi, sejumlah uang  dan sebuah villa, serta rumah yang dulunya pernah mereka tempati sekeluarga.
A1          : “ Disini kita berkumpul untuk membicarakan soal semua harta yang ditinggalkan oleh orang tua kita “
A2          : “ Iya, sekarang bagaimana kita membaginya ? “
A1          : “ Karena ini sudah 40 harinya bapak meninggal, jadi kita harus membicarakannya lebih jelas, 30 menit lagi pengacara dan sekretaris desa akan datang “
A2          : “ Tentu saja, tapi aku harap karena aku yang anak terakhir, aku yang seharusnya mendapat yang lebih banyak, karena aku juga membutuhkan uang untuk kuliah dan lainnya “
A1          : “ Jika itu yang kamu mau, itu tentu saja tidak adil, kakak yang lebih tahu tentang itu dan sudah sepatutnya kakak yang mendapat lebih “
A2          : “ Itu tidak bisa, coba ingat lagi, aku lah yang telah merawat bapak selama sakit, sedangkan kakak hanya sibuk ngurusin kerjaan kakak yang ngga jelas “
A1          : “ Apa kau bilang, kenapa bicaramu berubah seperti itu ? kau kira kakak tidak tahu, kamu kan merawat Bapak ketika ada waktu saja, selebihnya kakak yang selalu memperhatikan Bapak “
A2          : “ Benarkah itu ? (mencibir) lalu kenapa kakak tidak muncul, ketika aku menelpon, pada waktu Bapak meminta kakak datang? “
A1          : “ Kamu kira kakak tidak mau datang, kau tahu sepanjang hari kakak memikirkan keadaan Bapak, bahkan sampai-sampai klienku menghilang karena kerjaku tidak konsen sama sekali “
A2          : “ Bilang saja yang sebenarnya, ngga usah ditutup tutupin lagi “
A1          : “ Apa maksudmu bicara begitu?
Tok,tok,tok dari luar terdengar ada yang  mengetuk pintu, mereka sejenak berhenti berdebat dan segera menuju pintu. Anak sulung membukakan pintu.
P            : “ Permisi, selamat siang “
A1 & A2 : “ Selamat siang “
S            : “ Benarkah ini rumah almarhum Pak Jarwo ?”
A1                    : “ Iya, benar sekali Bu, silakan masuk “
Mereka saling bersalaman dan kemudian menuju ruang tamu. Mereka langsung menuju point persoalan.
A1          : “ Begini, berhubung Bapak dan Ibu kita telah meninggal, kita ingin membagi warisan sesuai peraturan dan wasiat Bapak “’
A2          : “ Betul sekali, tapi saya masih merasa tidak adil akan itu! “
P             : “ Sabar-sabar, kita bisa menyelesaikannya dengan adil “
S            : “ Baik, begini apa saja harta warisan yang ditinggalkan ? Biar saya data dan buatkan suratnya “
A1          : “ Tanah 25 hektar, yang terletak di jalan garuda RT 12 RW 5 di Cileunyi, 1 villa, “
A2          : “ Sejumlah uang dan rumah ini yang dulunya pernah kita tempati sekeluarga “
S            : “ Baik, saya sudah mendatanya dan saya juga sudah mendapat surat wasiatnya, kemarin “
P             : “ Jika menurut KUH yang berlaku, maka ¾ bagian jatuh pada anak kandung atau anak pertama, sedangkan ¼ nya jatuh pada anak tiri, atau dengan kata lain, anak bungsu “
A2          : “ Apa itu adil? Kenapa aku hanya mendapat ¼ saja ? “
S            : “ Kita akan menyesuaikan sesuai wasiat yang ditinggalkan almarhum Pak Jarwo “
P             : “ Besar kemungkinan pula, akan terjadi perubahan jika, surat wasiatnya mengatakan hal lain “
A2          : “ Tapi, kenapa harus kakak yang mendapatkan paling banyak? “
P             : “ Sudah, sudah, kita akan memutuskannya lagi “
A1          : “ Saya harap itu memang adil, saya akan menerima keputusannya jika memang ada perubahan “
A2          : “ Itu tidak bisa, dan tidak adil, saya tetap tidak terima, saya masih harus kuliah dan masih membutuhkan biaya yang cukup banyak, sedangkan kakak sudah bekerja “
A1          : “ Tapi dek, kita tetap harus menerima keputusan yang ada “
Sedangkan mereka bertengkar, Pengacara dan Sekretaris geleng-geleng kepala, dan saling berbincang sendiri.
P             : “ Mereka seperti anak-anak saja “
S            : “ Benar sekali. Masing-masing tidak ada yang mengalah, “
P             : “ Saya sampai pusing sendiri menangani persoalan seperti ini ”
S            : “ Sudah berapa lama anda menangani kasus seperti ini ? (sembari melihat-lihat berkas yang ada)
P             : “ 5 tahunan mungkin, ini masih mending, kemarin saja sampai ada yang memakai benda keras “
S            : “ Ekstrem sekali “
P             : “ Bagaimana dengan Anda? “
S            : “ Entahlah, saya baru 1 tahun ini dan pasti seperti ini “
Di waktu yang sama anak sulung dan bungsu masih saja berdebat.
A2          : “ Jangan sok deh kak, pasti kakak senang karena dapat yang lebih banyak, dengan begitu kakak bisa mendirikan usaha baru “
A1          : “ Dek, kakak membuka usaha baru itu tidak mungkin tanpa alasan , itu untuk menghidupi kita ke depannya “
A2          : “ Bilang saja hidup kakak, karena ada orang itu “
A1          : “ loh kamu kok bicaranya gitu(heran)kakak sudah curiga, kakak rasa semenjak kamu bergaul dengan pria itu kamu benar-benar mulai berubah drastis..sebaiknya kamu jauhin saja pria itu”
A2          : “ halah gak usah sok nasihatin deh, itu bukan urusan kakak...urusin aja urusan kakak sendiri dengan orang itu. Jangan dikira aku berlaku boros dan tidak benar, justru aku prihatin, tidak seperti teman-teman di kampus lainnya, 70% mahasiswa dikampus naik mobil ketika kuliah, sisanya ngangkot atau naik motor, nah adikmu ini termasuk yang sisanya itu. Motor butut yang bapak belikan setahun yang lalu sudah tidak mampu lagi menarik perhatian, sudah berganti model.”
A1          : Jangan berlagak bodoh! Kamu masih kumpul-kumpul dengan gengnya nindi kan? Hura-hura, menghamburkan uang, Kamu mau mencoreng muka kakak?!  Tidak kuliah dengan bener malah mau menikam kakaknya sendiri!(mulai geram)
A2          : “ Apa? Apa kakak tidak sadar, kakaklah yang ingin menusukku dari belakang. Pergi pagi-pagi sekali, pulangnya larut banget. Sampe kakak nggak pernah ngurusin bapak. Apa itu yang dinamakan anak berbakti ? kakak itu nggak pantes jadi anaknya bapak!” (berteriak)
A1          : “ Kamu bilang apa barusan? Kamu lupa siapa yang di hadapan kamu? Apa kamu lupa, kakak yang selalu nemenin kamu main saat kecil! (menampar)
A2          : (memegang pipi) sekarang terbukti siapa yang tidak benar(tersenyum sinis)
S            : “ Jika dibiarkan terus, mereka tidak akan akur-akur “
P             : “Benar sekali (menjawab pelan).“ sabar-sabar, kita disini membahas tentang warisan bukan urusan pribadi kalian.
S            : Jadi bagaimana keputusannya?”
P            : Kalau begitu saya akan memberitahukan hasilnya 3 hari lagi
A1          : Apa tidak dapat dipercepat Buk? Bukankah lebih cepat lebih baik?
A2          : Ya, apa tidak bisa dimanipulasi, sedikit saja ?
P            : Tidak bisa, itu melanggar sumpah
A2          : Baiklah tapi saya masih ingin bagian yang lebih banyak. Saya kan anak kesayangan dan anak yang selalu merawat bapak saat sakit.. walau saya belum bisa membahagiakan beliau, tidak salah kan bila saya mendapat bagian yang lebih banyak?
P             : Tidak bisa, biasanya anak yang lebih tualah yang mendapatkan bagian yang lebih banyak
A2         : Tapi percuma saja lebih tua karena saya yang selalu merawat bapak
A1          : Sudahlah hentikan, kita terima saja keputusannya dengan lapang dada
A2          : Apa? Dengan mudah begitu? Tidak! Saya tidak bisa menerima keputusan tersebut!
P            : Itu sudah tercantum dalam kuh perdata
A2          : (kesal) Apa kita tidak bisa menyeleweng sedikit saja dari kuh tersebut ?
P            : Maaf tidak bisa.
A1          : Apa prosesnya tidak dapat dipercepat?, bgaimana kalau sore nanti?
P            : Baiklah saya akan memberitahukan sore nanti jam 4
A1          : Baiklah
S            : Kami permisi dulu
A1          : Baik, terimakasih mohon bantuannya
Menjabat tangan, kemudian Pengacara dan Sekretaris desa pergi.
----------------------------------------sore jam 4--------------------------------------
A1          : Sekali lagi, kita harus terima lapang dada apapun keputusan yang dibuat oleh bapak dalam wasiatnya, besar kecilnya warisan yang diberikan kepada kita tentu saja dengan prinsip keadilan
A2          : Memang tahu apa kamu? Apa kamu sadar kamu ngomong apa? Saya kan yang selalu merawat bapak
A1          : Itu kan karena kamu nganggur
A2          : Tapi kewajiban kita sebagai anak kan sama. Lihatlah kamu, yang terlalu sibuk dengan urusanmu sendiri,katanya sih sibuk tapi paling-paling hanya kerja yang ngga jelas”
A1          : Apa! Dasar tak diuntung, karena itulah kakak buka usaha sendiri “
---------------------------------------ribut---------------------------------------------
S            : Sudah! bapak kalian akan merasa malu memiliki anak seperti kalian, dia akan menangis di kubur melihat tingkah kalian, kurang apa selama ini mereka, selama hidup, mereka berupaya memenuhi kebutuhan kalian, dengan segala daya, tapi apa balasan kalian?! Ah sudahlah, sangat sayang sekali energiku untuk berkotbah pada kalian, tidak akan mempan. Bu pengacara, anda mulai saja membacakan wasit tersebut
P          Ya, aku juga sudah …….(terpotong)
S         Jangan ikut berkotbah, kamu jalankan saja tugasmu!
Pengacara mengeluarkan map. Membaca kertas didalamnya
P          ………. Aku sudah pertimbangkan dengan matang-matang, aku begitu menyayangi anak-anakku, aku tidak ingin anak-anakku menjadi orang-orang kerdil, hidup susah. Aku inging semuanya sukses. Maka dengan surat wasiat ini aku berikan mandat kepada pengacara untuk menyampaikan pesanku kepada anak-anakku. Yang pertama, aku serahkan separo dari uang warisanku kepada panitia pembangunan panti asuhan, sedang anak-anakku masing-masing mendapatkan ¼ dari uang tersebut.
P          :.....villa yang aku berikan pada anak pertamaku untuk dijalankan, dan rumah untuk anak keduaku yang masih kuliah...sedang tanah 25 hektar yang dibagi 2, ½ bagian untuk anak pertama dan anak ½ untuk anak keduaku, tertanda bapak Jarwo...........
Begitulah akhir dari negoisasi tersebut dan kemudian membubuhkan tanda tangan mereka masing-masing, mereka mulai menjalani kehidupan normal mereka seperti biasa dan melupakan kebiasaan buruk mereka selagi berjalannya waktu.
                                                  TAMAT...