Selasa, 19 Januari 2016

akulturasi kebudyaan hindu budaha dan nusantara asli

akulturasi kebudyaan hindu budaha dan nusantara asli


Akulturasi Kebudayaan Nusantara dan Hindu Buddha banyak sekali peninggalan sejarahnya yang terdapat di Indonesia. Akulturasi Kebudayaan itu sendiri merupakan suatu proses adanya percampuran antar unsur-unsur budaya yang satu dengan budaya yang lain, sehingga terbentuklah kebudayaan yang baru.

Kebudayaan baru yang terbentuk atas percampuran tersebut, masing-masing tidak akan kehilangan ciri khas yang dimilikinya. Untuk dapat melakukan suatu proses akulturasi, masing-masing kebudayaan haruslah seimbang.

Beberapa contoh hasil akulturasi antara kebudayaan Hindu-Buddha dengan Kebudayaan Nusantara seperti sebagai berikut.

1. Seni Bangunan
Pada dasarnya, bentuk bangunan candi yang ada di Indonesia adalah bentuk akulturasi antar unsur-unsur kebudayaan Hindu-Buddha dengan unsur budaya Indonesia asli. Bangunan yang terkesan megah, patung perwujudan dewa, serta bagian-bagian candi dan stupa adalah salah satu unsur yang berasal dari India. Salah satu contohnya adalah seperti Candi yang ada di Pulau Jawa tepatnya Magelang, Jawa Tengah, yakni Candi Borobudur.


2. Seni Rupa dan Seni Ukir
Adanya pengaruh dari India juga tentu membawa perkembangan di dalam bidang Seni Rupa, pahat, dan ukir. Hal ini kenyataannya dapat dilihat pada relief-relief atau seni ukir yang dipahat pada bagian dinding candi. Misalkan seperti Relief yang dipahat pada dinding-dinding pagar langkan di Candi Borobudur yang berupa pahatan riwayat sang Buddha.


3. Seni Pertunjukan
Menurut JLA Brandes, Gamelan merupakan salah satu instrumen diantara seni pertunjukan asil yang dimiliki oleh Indonesia sebelum unsur-unsur budaya India masuk. Selama berabad-abad lamanya, gamelan juga mengalami perkembangan dengan masuknya unsur budaya baru baik pada segi bentuk ataupun kualitas.


Macam-macam gamelan itu sendiri dapat dikelompokkan dalam :
  • Chordophones
  • Aerophones
  • Membranophones
  • Tidophones
  • Xylophones
4. Seni Sastra dan Seni Aksara
Masuknya India ke Indonesia membawa pengaruh perkembangan seni sastra yang besar di Indonesia. Seni Sastra pada masa itu ada yang berbentuk prosa dan ada pula yang berbentuk puisi. Berdasar isinya, kesusastraan dikelompokkan menjadi 3, yakni :
  1. Tutur (Pitutur kitab keagamaan)
  2. Kitab hukum
  3. Wiracarita (Kepahlawanan
Bentuk kepahlawanan/wiracarita sangat terkenal di Indonesia. Misal seperti Bharatayuda, yang digubah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.

Karya Sastra yang semakin berkembang terutama yang bersumber dari Mahabharata dan Ramayana ini, memunculkan seni pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit yang ada di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sudah sangat mendarah daging. Isi dan ceritanya banyak yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Cerita di dalam pertunjukan wayang ini berasal dari India, akan tetapi, wayangnya asli berasal dari Indonesia.


5. Sistem Kepercayaan
Sejak masa pra aksara, orang-orang di Kepulauan Indonesia sudah mengenali adanya simbol-simbol yang bermakna filosofis. Sebagai salah satu contohnya jika ada orang yang meninggal, di dalam kuburnya disertai dengan benda-benda. Diantara benda-benda itu terdapat lukisan orang yang sedang naik perahu, yang memberikan makna bahwa orang yang telah meninggal rohnya akan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan yang membahagiakan yakni alam baka. Masyarakat pada waktu itu sudah percaya bahwa adanya kehidupan sesudah mati yakni sebagai roh-roh halus. Maka, roh nenek moyang dipuja oleh orang yang masih hidup (Animisme).

Masuknya pengaruh India kepercayaan terhadap roh halus tidak punah. Misal, dapat dilihat di dalam fungsi candi. Fungsi candi di India adalah sebagai salah satu tempat pemujaan.


6. Sistem Pemerintahan
Setelah datangnya India di Indonesia, dikenal sistem pemerintahan yang sederhana. Pemerintahan di sini yang dimaksud adalah semacam pemerintah pada suatu desa atau daerah tertentu. Rakyat akan mengangkat seorang pemimpin yang sudah tua, arif dan dapat membimbing, memiliki kelebihan tertentu, termasuk di dalam bidang ekonomi, berwibawa, serta mempunyai semacam kesaktian. Hal ini terjadi dengan jelas di Kerajaan Kutai.

Salah satu buktinya adalah misalnya seorang raja harus berwibawa dan dipandang bila sang raja memiliki kekuatan gaib/kesaktian seperti pada pimpinan masa sebelum Hindu-Buddha. Raja tersebut kemudian disembah dan kalau raja itu meninggal, rohnya dipuja-puja.


7. Arsitektur
Bangunan keagamaan berupa candi sangat dikenal pada masa Hindu Budha. Hal ini terlihat jelas di mana pada sosok bangunan sakral peninggalan Hindu, seperti Candi Sewu, Cadi Gedungsongo dan masih banyak. Bangunan pertapaan wihara juga merupakan bangunan yang berundak. Terlihat di beberapa Candi Plaosan, Candi Jalatunda, Candi Tikus dan masih banyak lagi.

Bangunan suci berundak itu sebenarnya telah berkembang dengan subur pada zaman pra aksara, sebagai penggambaran dari alam semesta yang bertingkat. Tingkat paling atas merupakan tempat semayam para roh nenek moyang. Punden berundak itu menjadi sarana khusus persembahyanagan dalam rangka pemujaan terhadap roh nenek moyang.

8.Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.
Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat, sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu).
Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan, yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta.
Apakah Anda sebelumnya mengenal kasta? Kalau Anda pernah mengetahui tentang kasta, cobalah tuliskan empat kasta menurut kepercayaan agama Hindu, seperti yang Anda ketahui pada tabel 1.1 berikut ini.
Setelah Anda menuliskan kasta-kasta tersebut, untuk mengetahui kebenarannya, simaklah uraian materi berikut ini.
Sistem kasta menurut kepercayaan Hindu terdiri dari kasta Brahmana (golongan Pendeta), kasta Ksatria (golongan Prajurit, Bangsawan), kasta Waisya (golongan pedagang) dan kasta Sudra (golongan rakyat jelata).
Kasta-kasta tersebut juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India karena kasta India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, sedangkan di Indonesia tidak demikian, karena di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.

9.Sistem Pengetahuan
Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M
Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah memahami? kalau Anda sudah paham, silahkan Anda isi tabel 1.2 dengan tahun saka prasasti peninggalan Sriwijaya berikut ini
Tabel 1.2
No.
Nama Prasastai
Tahun Masehi Tahun Saka
1.
Kedukan Bukit
683 M ……….
2.
Ligor
775 M ……….
Untuk mengetahui kebenaran perhitungan Anda, nanti akan Anda temukan pada uraian materi kegiatan belajar 2 dalam modul ini.
Di samping adanya pengetahuan tentang kalender Saka, juga ditemukan perhitungan tahun Saka dengan menggunakan Candrasangkala. Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar istilah Candrasangkala? Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar yang dapat dibaca sebagai angka. Candrasangkala banyak ditemukan dalam prasasti yang ditemukan di pulau Jawa, dan menggunakan kalimat bahasa Jawa salah satu contohnya yaitu kalimat Sirna ilang kertaning bhumi apabila diartikan sirna = 0, ilang = 0, kertaning = 4 dan bhumi = 1, maka kalimat tersebut diartikan dan belakang sama dengan tahun 1400 saka atau sama dengan 1478 M yang merupakan tahun runtuhnya Majapahit.


Demikianlah contoh wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan untuk selanjutnya kalau Anda sudah memahaminya, Anda dapat melanjutkan pada uraian materi wujud akulturasi berikutnya.

Selasa, 05 Januari 2016

cerpen salah nyulik

The loss boy : salah nyulik


Cerita ini berawal dari kemenangan kelas 9b di perlombaan summer champion.bagi Alfi dan kawan-kawannya ini adalah hal yang sangat hebat.sedang gatot dan josua sangat benci melihat kebahagiaan di wajah murid-murid kelas 9b.ada satu hal yang membuat hati mereka terusik dan ada ratusan rencana untuk membuat murd-murid 9b menderita.
Di kelas 9b,murid-murid sedang heboh karena pidato ricard “ricard!jangan memulai adu domba lagi !”kata alfi,”ya tuhan adek,,swear ewer-ewer malah,aku tidak berbohong,kenapa sih nggak ada yang percaya sama aku?aku kan bener-bener udah tobatan nasuha” balas ricard.
Di depan laborat fisika,gatot dan josua sedang berjalan dan bertemu dengan clever.josua berkata “ stop gatot,kamu lihat tidak ? jangan kesana ada si darah lumpur kotor,hih jijik.””bener nih harus hati-hati ada keturunan lord voldemort hahaha” tambah gatot.”maaf ada masalah apa?apa maksud kalian ?”tanya clever,”jadi murid-murid kelas b banyak yang tuli ya ????hahahaha” ledek gatot dan josua.anton keluar dari lab dan menegur mereka seraya bertanya “ada apa?kalau ada masalah mari kita rembukan saja”kata anton,”apa rembukan?hi...rembukan sama si darah lumpur kotor ah jijik,,males!yuk cabut tot!”balas josua,”yok”.
Anton dan clever kembali ke kelas mereka dn melihat kelas mereka yang berantakan,sedang semua murid ribut tidak karuan seperti pasar yang terbakar.”hei tenang kawan-kawan”perintah anton dengan tegas.seperti tersambar petir mereka langsung diam.”ada apa ini?”tanya anton.”jangan-jangan yang dibilang ricard kemaren benar..o iya ricard dimana?”tanya anton.”tuh lagi enakan ngorok di kolong meja.”ricard bangun”clever membangunkan ricard...namun ricard yang terkenal tidurnya kayak kebo manabisa sekali langsung bangun,kalau bangunin ricard sih harus bisa nimbulan suara roket lepas landas,”bamgun ricard!kau ini tidak ada kerjaan apa?ini kan giliranmu bertugas,hei bangun”mengguncang-ngguncangkan tubuh ricard.”ah vice president ahhh tadi aku mimpi kita ada di london tapi kenapa kita ada disini ya???”tanya ricard bingung dengan muka yang menyebalkan.”sadar ricard sadar!lihat kelas kita!”clever masih dengan gaya ala bruce lee.”ha!!!kelas kita apa yang terjadi”terbelalak”ya tuhan loker devid jhonku,,,kaus kaki busukku yang sudah kufermentasikan selama tiga tahun,,,ya tuhan dimanakau?”dengan berlari-lari dan nafas tersengal-sengal.”iuh kaus kaki apaan ini”suara ren melempar harta kaus kaki milik ricard.”kaus kakiku”memeluk kaus kaki dengan penuh senang hati.”sudah cukup bercandanya!ricard apa yang terjadinya dengan kelas kita?kau kan yang jaga hari ini”kata anton,”iya sih menti,tapi kan aku juga manusia yang kadang lupa dan salah....”tersenyum sok manis.”hei aku menemukan secarik surat..dari conace(komunitas anak 9 c)wah mereka menantang tim basket kita”suara clever memotong kata-kata ricard.”van dan messi siap?”tanya anton,”wah kesempatan untuk terkenal nih”kata messi”siap presdir”serentak mereka menjawab dengan tegas.
Hari pertandingan basket pun datang dan sebuah durian runtuh bagi conabe mereka berhasil mengalahkan conace.bukannya sadar akan kekalahan mereka,para anggota geng the killer yang tidak lain dipimpin josua dan gatot merencanakan sebuah rencana jitu yang sangat busuk.merek berniat menculik van dan mes si.penculik 1 “eh kamu tau yang mana van dan messi itu?”,penculik dua”sebenarnya ngak tau juga sih,tapi intinya mereka kebanggaan anak-anak conabe”penculik 1”kalau itu sih aku tahu”,penculik 3”eh udah jangan ribut,yuk kita tannya aja sama kakaknya si bos,junior royal”.penculik 123 “emm kak jr mau nanya nih,mana sih yang namanya van dan messi itu?””tuh yang ada di kantin” balas jr.penculik 123”ooo itu ya,tapi kami agak ragu tapi nggak pa-pa pasti bener..makasih kak”
Mereka telah menyulik don don dan ren yang mereka kira van dan messi.”kamu yakin ini van dan messi?”tanya penculik 1.”yap tentu”balas kedua penculik yang lain.gatot dan josua telah datang ke markas the killers yang tdak lain adalah gudang olahraga tua yang sekarang sudah menjadi tempat paling tertinggal bin kere di sekolah.”mana orang yang kalian culik?”tanya josua,penculik berkata sambil menunjuk hasil pekerjaan mereka “tuh bos disana”,”bodoh!!!!mereka bukan van messi!”bentak josua.”tapi katanya kakaknya bos kak jr itu adalah van dan messi”balas para penculik dengan garuk-garuk kepala.”kak jr itu suka ngigo!!!pokoknya kalian harus tanggung jawab!push up 50 x,ayo gatot kita kabur sebelum para kapten beserta jajarannya datang kesini ayo cepat!kita harus membuat alibi yang sempurna!ayo ayo!”kata josua dengan tergesa-gesa.”tapi bos kami gimana?”tanya para penculik”apa?mau tambah?”bentak josua”tidak bos tidak”para penculik ketakutan “1 2 3 4 5....”.
Di depan sekolah anton,alfi,dan sehun sedang menunggu alfa dan clever yang dari tadi tidak kembali-kembali.”hai kalian lihat ren dan dondon tidak?”tanya suatu suara dari arah belakang”enggak tuh,kenapa ilang?sekolah seupil gini aja ilang”gurau alfi,”fi beneran kita udah cari kemana-mana?”kata niko.”emang sampai mana?”tanya sehun sinis,”sudah kita cari kemana-mana bahkan sampai ke penjuru dunia”jawab niko sambil mengacungkan tangan ke muka sehun.”eh ini sungguhan ya”jawab sehun dingin”hehe just kidding”.”emmm baiklah kalau gitu kit cari sama-sama dan sehun sebagai mayornya”kata anton.”siap presdir,detective oh sehun siap melaksanakan tugas”hormat sambil mengedikkan sebelah mata.”emangnya kamu mau cari kemana sih?”tanya alfi,”ya kemana saja sejauh mata memandang”jawab sehun”ah alay ya udah yuk kita mulai”balas alfi seraya melangkahkan kakinya.
Mereka mencari dondon dan ren ke seluruh pelosok sekolah hingga menemukan mereka di gedung tua olahraga yang sudah tidak terpakai.”hah ren syukurlah,kukira kau udah dimutilasi jadi soto daging”gurau niko”ah doamu jelek sekali,kau kira aku ini daging sapi apa”balas ren.akhirnya mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan harinya,,sungguh nasib buruk bagi para anggota the killers,mereka dihukum kepala sekolah dan mereka mendapat balasan yang setimpal.”jos sih pakai acara culik menculik segala”kata gatot”eh diam ini kan juga hasil musyawarah kita,mimpi apa sih semalam?????”bentak josua dengan nada kusut yang berkecimpung di wajahnya,”mimpi durian jatuh bos”jawab penculik 123”durian runtuh durian runtuh batu runtuh yang ada”bentak josua.

Di hari itu hari yang tak pernah terlupakan oleh alfi dan kawan-kawannya,sebuah penyakit hati yang menimbulkan kasus kriminalitas dan pelanggaran HAM.

Minggu, 03 Januari 2016

makalah pembuatan radio

Pembuatan proyek
“radio”

DI SUSUN OLEH KELOMPOK 3 :
1.ABDUL ILAKHOIRUL ANAM                     (01)
2.AJENG NURUL NA’IMA                            (06)
3.DEISYA AFTHA NUZLA                            (13)
4.MEILINDA NIKMAH WIDIASTUTY             (24)
5.MUHAMMAD HISBUL BAROKAH               (27)
6.SHELLA MONICA NURVITA                      (38)
7.WULAN ALFIYANI                                   (40)

X MIPA 5
SMA NEGERI 1 TAYU
2015 / 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya serta kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan laporan pembuatan proyek “radio”  ini tepat pada waktunya.
Laporan ini merupakan tugas kelompok. Kami mengucap kanterima kasih kepada guru serta semua pihak yang ikut membantu dalam pembuatan laporan ini, sehingga akhirnya laporan ini dapat terselesaikan. Kami menyadari tidak ada gading yang tak retak, kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Kami juga mohon kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan laporan ini.




Minggu, 22  Nopember 2015


Penulis






DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. 2
DAFTAR ISI .............................................................................................................. 3
BAB  I
PENDAHULUAN ....................................................................................................... 4
Latar Belakang ........................................................................................................ 4
Rumusan Masalah .................................................................................................. 4
Tujuan Laporan ...................................................................................................... 4
BAB  II
PEMBAHASAN ......................................................................................................... 5
Bahan & Alat .......................................................................................................... 5
Prinsip ..................................................................................................................... 6
Langkah – Langkah ................................................................................................. 7
Gambar Skema ....................................................................................................... 7
Proses ...................................................................................................................... 8
Finishing .................................................................................................................. 8
Kendala ................................................................................................................... 8
Analisis .................................................................................................................... 8
BAB  III
PENUTUP ................................................................................................................. 9
Kesimpulan ............................................................................................................. 9
Saran ....................................................................................................................... 9


BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara, karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara). Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.Gelombang elektromagnetik lain yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Dari pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima (pesawat radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran dan informasi
 B.  RUMUSAN MASALAH
Apa yang kalian ketahui tentang radio?
Apa saja komponen  yang digunakan untuk membuat radio?
Bagaimana langkah-langkah pembuatan radio?
C.TUJUAN LAPORAN
Mengetahui lebih jauh tentang radio.
Mengetahui komponen yang digunakan untuk membuat radio.
Mengetahui langkah-langkah pembuatan radio.

BAB II
PEMBAHASAN

A.      ALAT & BAHAN
ü  Tunner FM
ü  Antena           
ü  Mini Amplifier
ü  Potensiometer
ü   Trafo
ü  Dioda
ü  Kondensator
ü  Kabel AC
ü  Tenol
ü  Kabel kecil
ü  Speaker
ü  Triplek
ü  Roll listrik
ü  Cutter
ü  Solder
ü  Paku
ü  Baut
ü  Palu
ü  Bor listrik       


1.Tuner FM
 Tunner FM digunakan untuk memilih gelombang pada radio.

2.Antena  
antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (penerima energy elektromagnetik dari ruang bebas) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. 
3.Mini Amplifier
 Mini Amplifier digunakan sebagai tempat pemasangan komponen.
 4.Potensiometer
 Potensiometer digunakan sebagai kontrol nada atau ekualizer
 5.Trafo
 Trafo berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tegangan input atau output.
 6.Dioda
 Dioda berfungsi untuk menstabilkan tegangan.
 7.Kondensator
Kondensarot berfungsi untuk  :
·       Memisahkan arus AC dan DC
·       Meratakan aarus DC pada penyearah arus
·       Mengontrol frekwensi pada rangkaian isolator
8.Kabel AC
 Kabel AC berfungsi untuk menyalurkan arus listrik dari stopkontak
 9.Tenol
 Tenol digunakan untuk merekatkan kompone pada amplifier
 10.Kabel Kecil
Kabel digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain
 11.Speaker
 Speaker berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal suara
 B.      PRINSIP

Fungsi masing-masing  bagian blok sebagai berikut:

Antena : Menangkap gelombang elektromagnetik dari stasiun pemancar radio.
Penala  (Tuning) : memilih sinyal dari stansiun pemancar (FRF) yang diinginkan dengan cara membuat suatu rangkaian resonator yang frekuensi resonansinya dapat diubah-ubah (digeser). Daerah kerja penala tergantung dari frekuensi yang akan diterima dan menurut aturan internasional FM = 88 – 108 MHz.
Penguat RF (RF Amplifier) : menguatkan sinyal RF dari stasiun pemancar yang telah ditala oleh penala (tuning).
Pencampur (Mixer) : mencampur sinyal yang diterima dari penala yang telah dikuatkan RF Amp. dengan sinyal dari oscilator. Output pencampur mempunyai keluaran yang kompleks karena terdiri dari banyak frekuensi, namun karena ditala oleh pada frekeunsi IF maka diperoleh sinyal dengan frekuensi IF = 10,7 MHz.
Osilator Lokal (Local Osc.) : membangkitkan gelombang listrik kontinyu dengan frekuensi tertentu. Frekuensi oscillator lokal untuk FM berkisar dari 98,7 MHz – 118,7 MHz karena Band Width untuk spektrum frekuensi FM Broadcasting (88 MHz – 108 MHz) + Frekuensi IF FM 10,7 MHz.
Penguat IF (IF Amp.) : menguatkan sinyal frekuensi antara (FIF = 10,7 MHz) hasil keluaran dari pencampur. Penguat IF sangat penting karena kekuatan sinyal mengalamai pengurangan selama proses pencampuran (mixing)  sehingga sinyal IF perlu dikuatkan kembali untuk mengembalikan sensitivitas dari penerima.
Limitter : rangkaian yang mempunyai amplitudo output yang konstan untuk semua input yang melebihi level tertentu dengan tujuan menghilangkan noise pada penerima FM. Rangkaian limitter bekerja dengan sistem membatasi/memotong amplitudo yang menyebabkan noise.
Discriminator = FM Detector : berfungsi memungut kembali informasi dari frekuensi tinggi pembawanya. Discriminator dapat juga disebut FM detektor. Dapat juga di definisikan sebagai rangkaian yang merubah variasi frekuensi atau variasi fasa menjadi variasi amplitudo.
Deemphasis Network: berfungsi mengembalikan frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi (informasi) kembali pada level amplitudo yang setara dengan frekuensi rendahnya. Seperti diketahui, untuk menekan noise, pada pemancar dilakukan preemphasis dimana level amplitudo frekuensi tinggi dari intelejen frekuensi dinaikkan.
 AFC (Automatic Frequency Control): Rangkaian ini berfungsi mengontrol kestabilan frekuensi osilator lokal. Ini dibutuhkan karena ketidak stabilan frekuensi lokal osilator menyebabkan penyimpangan penerimaan frekuensi pembawa.
 Penguat Audio (AF Amplifier) : rangkaian yang berfungsi menguatkan sinyal audio (informasi) agar memiliki daya yang cukup kuat untuk menggerakkan beban loudspeaker.
 Loudspeaker: tranduser yang berfungsi untuk mengubah sinyal-sinyal listrik audio menjadi sinyal suara akustik yang dapat didengar.
 C.      LANGKAH – LANGKAH
Gambar Skema

Proses
Untuk merakit RADIO FM STEREO yang harus di siapkan adalah sebagai berikut:
1. KIT STEREO TUNER FM
2. KIT TONE CONTROL STEREO
3. KIT POWER OCL STEREO
4. TRAFO 5 AMPERE CT
5. BOX
Langkah -Langkah Merakit Radio FM Setereo :
Solder kabel listik ke Trafo 0 - 220V dan juga pasan Power Switch on/off
Hubungkan output trafo (18V-0-18V) ke PCB Power Supply
Hubungkan ouput Power Supply kebagian PCB Power OCL STEREO. Perhatian: Jaqan sampai  terbalik polaritasnya jika terbalik KIT POWER OCL STEREO bisa rusak !!!
 Hubungkan output SPK pada PCB KIT POWER OCL STEREO ke Terminal Sepeaker. Kemudian coba colokkan kabel listri ke listrik 220V dan on kan Switchnya dan sentuh bagian input pada PCB KIT POWER OCL STEREO. Jika terdengar suara yang keras pada SPK maka rakitannya benar dan teruskan langkah selanjutnya.
Hubungkan input DC 12V (+,-) pada KIT STEREO TUNER FM ke PCB POWER SUPPLY. sebaiknya beri tambahan IC regulator 7812, karna tegangan yang di butuhkan KIT STEREO TUNER FM adalah 12V.
Hubungkan Output (L & R) pada KIT STEREO TUNER FM ke input pada PCB KIT TONE CONTROL STEREO.
Hubungkan ouput (L & R) pada PCB KIT TONE CONTROL ke input (L & R) pada PCB KIT POWER OCL STEREO.
Hubungkan input DC 12V (+,-) pada PCB KIT TONE CONTROL ke PCB POWER SUPPLY.
Solder dan sambungkan input antena pada TUNER ke antena.
Teliti kembalil apakah sudah benar dan tidak ada yang terbalik terutama bagian DC 12V.
ON kan Perangkat dan cari siaran, jika ada sinyal atau siaran mak lampu hijau akan menyala dan jika pemancarnya Stereo maka lampu merah akan menyala juga.

D.      FINISHING
Jika rangkaian sudah jadi, pasang rangkaian pada box atau casing radio yang telah dibuat sesuai kreasi.



E.       KENDALA
Kendala kami alami saat perakitan rangkaian, tepatnya saat menghubungkan  kondensator dengan trafo. Pemasangan kondensator kakinya hampir saja terbalik. Pembuatan casing radio. Kendala kami alami saat menentukan dan membuat pola pada casing.
F.       ANALISIS
Diperkirakan keseluruhan pembuatan proyek radio menghabiskan biaya sekitar
Rp. 235.000,-


Bab iii
Penutup

A.      KESIMPULAN
Dalam perakitan komponen dibutuhkan ketelitian dan kesabaran. Serta dalam mengerjakan proyek ini diperlukan kekompakan pada kelompok sehingga proyek bisa berjalan lancar dan pekerjaan tidak mengalami kendala yang sulit / berat.
Imajinasi sangat diperlukan untuk membuat casing radio. Hal ini bertujuan agar casing  radio tampak menarik bahkan antik.
Sekarang ini sudah banyak alat komunikasi yang memiliki fungsi hampir sama dengan radio, misalnya seperti walkman, MP3, MP4, handphone (HP) dengan fasilitas radio dan masih banyak lagi. Namun terkadang kita tidak sadar seperti apakah cara pembuatannya / cara produksinya, ternyata dari proyek yang kami lakukan cukup sulit untuk membaut satu radio sederhana saja, membutuhkan keterampilan dan latihan terus menerus untuk bisa membuatnya.

B.      SARAN
ü  Jika kamu sedang mengerjakan sesuatu / suatu hal, kerjakanlah dengan sungguh - sungguh dan perhatikan kerapian serta ketelitian dalam pengerjaannya.
ü  Jangan pernah menyepelekan pekerjaan / suatu hal apapun dan kerjakanlah secara maksimal.
ü  Proyek ini jauh dari kata sempurna, kami mohon kritik dan saran agar kami bisa lebih baik lagi untu kedepannya.